Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Ini sudah bukan tentang apa yang saya baca, tapi sudah dalam fase “what I heard” terkait apa yang sudah saya dengar untuk bisa melanjutkan hidup dibersamai mimpi saya sembari menikmati indahnya aawen yang mampu membuat saya tersadarkan untuk kesekian kalinya terkait “how important is the dream in my life”.

            Di tengah malam yang sunyi sambil ditemani pikiran yang entah bisa membentang bagaikan pulau Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tanpa saya sadari, di saat itulah mampu mendatangkan pikiran saya tentang luasnya angan, mimpi dan harapan saya untuk ke depannya.

            “Mikul Dhuwur Mendhem Jero” itulah kalimat nyata yang menjadi pondasi akan mimpi saya sampai saat ini. Yap, empat kata singkat yang mampu membuat saya terpikat. “Seorang anak yang mampu menjunjung tinggi derajat orang tua” mungkin itu adalah bentuk sederhana untuk mendeskripsikan kejawen tersebut.

            “Mikul Dhuwur Mendhem Jero” ini bukan tentang miskin, sederhana, kaya atau seberlimpah harta manapun orang tua. Seorang anak mana yang tidak ingin lebih dari orang tuanya dalam arti bisa membuktikan bahwa usaha orang tuanya yang mampu mengusahakan pendidikan untuk anaknya itu berhasil membuat sang anak lebih dari mereka? Mau se-sederhana dan se-kaya apapun orangtua, pastinya sang anak bermimpi untuk bisa mengangkat derajat mereka lewat pendidikan.

            Dan ‘tak jauh dari itu pula, terkadang muncul pola pikir seorang anak “Hidup mah kebagian part ‘when ya’ mulu, ya kali aku bisa ngeraih mimpii?” Lucu ya? Dan lebih lucunya lagi saya pernah menjadi seorang anak dengan pola pikir seperti itu.

            Someone has said to me,“Ketika seseorang bermimpi mengenai suatu hal untuk masa depannya. Percayalah, bahwasannya ia telah memiliki mimpi itu di masa mendatang” Dari sana lah saya yakin, apapun yang telah saya mimpikan detik ini dan apapun yang telah saya rencanakan, bahkan sampai saya usahakan. Berarti saya telah memiliki mimpi tersebut di masa depan saya. Tidak hanya kata-kata, tapi saya telah membuktikannya lewat usaha saya yang mampu menaklukkan untuk bisa menginjakkan kaki di negara matahari tenggelam yang cantik nan elok ini.

            Tiga tahun yang lalu saya bermimpi dan tiga tahun lamanya pula saya telah mengusahakan mimpi saya untuk melanjutkan studi di negara matahari tenggelam ini. Alhasil? Yap, saya bisa dan saya mampu. Sebenarnya setiap orang itu keren, lho. Hanya saja usahanya saja yang harus terus diasah. Kalo tidak segera diasah, bagaimana mau keren?

            Back To The Topic.

            Za, Is it important to have a big dreams or not? Yes, of course.

            Bahkan dalam filosofi jawa yang pernah saya dengar, “Den Ajembar, Den Momot Lawan. Den Mangku, Den Kaya Segara”  Salah satu kejawen ini berusaha untuk mengajarkan setiap orang, agar ia mampu untuk memiliki wawasan yang luas. Karena dengan kekayaan akan wawasan ilmu, ia akan mampu memangku tugas seberat manapun.

            My parents once said to me, “Jika diwariskan kepadamu hanya berupa harta benda tanpa sedikitpun ilmu pendidikan yang diberikan, percayalah. Bahwasannya harta benda tersebut perlahan-lahan akan hilang, sebab ia ‘tak tahu cara mengolahnya untuk bisa bermanfaat baginya di sepanjang masa. Namun nak, jika kami telah mewariskan kepadamu berupa ilmu pendidikan, sekalipun tanpa harta benda. Percayalah, pasti kamu bisa berpikir bagaimana cara mendapatkannya dan mempertahankannya. That’s why knowledge is very important for your life, nak.”

            Dari sana mulai muncul beberapa pikiran kritisku, “oh iya ya, harta doang ga ada ilmunya, ya pasti bisa dibodohi orang buat abisin hartanya, ahahaha!” Ucapku sambil tertawa di tengah hamparan pulau kapuk sembari ditemani lumba-lumba bernuansa merah muda di pelukanku.

            Hah, lumba-lumba model apaan warna begitu? Sebuah boneka gemas yang menghiasi kamar La ilaha illallah. Please, back to the topic.

            PauloFreire, seorang filsuf dan tokoh pendidikan asal Brasil dan seorang teoretikus pendidikan yang berpengaruh di dunia. Beliau pernah berkata, “Pendidikan tidak mengubah dunia, pendidikan mengubah manusia dan manusia lah yang mengubah dunia.” Bayangkan saja, semakin banyak kita mencari ilmu, betapa banyak pula kesempatan kita untuk mengubah dunia menjadi semakin maju. Iya, bukan?

            Apapun yang terjadi di hidupmu, tetaplah berpegang teguh pada prinsip bahwasannya pendidikan itu nomor satu. Jadikan pendidikan yang paling utama di hidupmu. Gaya dan penampilan seseorang otomatis bisa ditiru, tapi untuk mindset dan dan pola pikirnya tidak akan pernah bisa di copy paste.

Ikuti kegiatan kami lewat instagram, @ppimaroko

Simak artikel terbaru kami,

Tag Post :

Bagikan Artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *