Rabat (9/05) – Dalam upaya memperluas wawasan serta memperkuat pemahaman keilmuan di bidang keislaman, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko sukses menyelenggarakan Seminar Internasional yang bertempat di Aula Dar el-Hadith el-Hassania, Rabat. Seminar tahun ini mengangkat tema yang menarik, yakni “الشريعة بين الماضي والحاضر: نظريتها وممارستها وتحولاتها” atau dalam bahasa Indonesia, “Legitimasi Syariat antara Masa Lalu dan Masa Kini: Teori, Praktik, dan Transformasinya.” Tema ini berhasil menarik minat para mahasiswa aktif di Maroko, baik yang berasal dari Indonesia, Maroko, maupun berbagai negara lainnya, serta para akademisi dan masyarakat umum yang antusias menghadiri kegiatan ilmiah tersebut.
Seminar ini menghadirkan narasumber-narasumber berkompeten yang ahli dalam bidang keislaman, khususnya terkait tema yang diangkat. Di antara pemateri yang hadir adalah:
• Ustaz Abdullah Rais, Mudir Madrasah Ilmiah al-Atiqah, Tiznit..
• Ustaz Abdurrahman Illiwi, Dosen Fikih di Madrasah al-Ulum al-Islamiyyah, Casablanca.
• Ustaz Abu Bakar ash-Shiddiq Alami, Dosen Fikih dan Ushul Fikih di Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Mohammed V, Rabat.
• Ustaz Badruddin al-Humaidi, Dosen Hukum di Fakultas Syari’ah, Universitas Sidi Mohammed Ben Abdellah, Fes.
Acara diawali dengan pembacaan sholawat Nabi yang diiringi alunan hadroh untuk menyambut para tamu dan peserta seminar. Setelah kedatangan Duta Besar Republik Indonesia, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Maroko sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan kedua negara. Suasana kemudian semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka rangkaian acara inti.
Wakil Rektor Institut Dar el-Hadith el-Hassania, Dr. Ahmad Snouni, turut memberikan sambutan pembuka dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional tersebut. Selanjutnya, Ketua PPI Maroko, M. Naufal Wafiri, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan keilmuan dan mengembangkan tradisi diskusi akademik.
Turut hadir pula Duta Besar Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Saya merasa sangat bangga dan senang melihat mahasiswa Indonesia mampu menyelenggarakan seminar ini. Selain menjadi sarana belajar bagi para mahasiswa dalam mengelola dan mengorganisasi sebuah kegiatan, tema yang diangkat mengenai syariat di masa lalu, masa kini, dan masa mendatang juga sangat relevan. Persoalan ini kerap menjadi pembahasan dalam kajian keilmuan, terutama terkait bagaimana ajaran agama yang telah hadir sejak berabad-abad lalu tetap dapat dipahami relevansinya untuk kondisi sekarang maupun tantangan di masa depan.”
Setelah sesi sambutan, acara berlanjut dengan pemaparan materi oleh para narasumber yang disimak dengan antusias oleh seluruh peserta. Di akhir sesi, seminar ditutup dengan dialog interaktif yang mempertemukan peserta dan pemateri dalam diskusi yang hangat. Beberapa pertanyaan kritis dari peserta semakin memperkaya jalannya diskusi dan menambah semarak suasana seminar.
Sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional ini, berbagai pujian turut disampaikan oleh para pemateri dan tamu undangan. Salah satunya datang dari Ustaz Abdullah Rais yang dalam pembukaan materinya menyampaikan,
“الشريعة تعكس روحيتها وشموليتها لكل زمان ومكان، وتستطيع أن تواكب العصر وأن تساير الزمان”
“Syariat mencerminkan ruh dan universalitasnya untuk setiap waktu dan tempat, serta mampu mengikuti perkembangan zaman dan berjalan selaras dengan waktu.”
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa tema yang diangkat dalam seminar ini dinilai relevan dan mampu menghadirkan diskusi keilmuan Islam yang kontekstual dengan perkembangan zaman.
Ikuti kegiatan kami lewat instagram, @ppimaroko
Simak artikel terbaru kami,
