Dari Fakta Hingga Integritas: Pesan Kolonel Agus untuk Generasi Diaspora Indonesia

Kabar Berita

Rabat—(09/09) PPI Maroko mengadakan acara bincang santai dengan tajuk, “Gejolak di Negeri Sendiri, Tenang di Negeri Orang: Sebuah Dilema Diaspora” yang dihadiri oleh Kolonel Agus Dwi Aryanto, Atase Pertahanan RI di Madrid sekaligus merangkap Maroko, sebagai narasumber. Acara ini berlangsung di Sekretariat PPI Maroko dan dihadiri oleh sekitar 30 mahasiswa Indonesia di Maroko.

Kegiatan dimulai dengan sedikit pemaparan tema oleh Moderator, yang kemudian dilanjut dengan sambutan ketua PPI Maroko, M. Naufal Wafiri. Pada sambutannya, ia menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Agus, “Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pak Agus yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir bersama kami di sini.” Saudara Naufal juga memperkenalkan program-program besar PPI Maroko dan harapan untuk PPI Maroko ke depannya.

Acara bincang santai dibuka oleh Bapak Agus dengan menimpali ucapan terima kasih dari Ketua PPI Maroko dengan kerendah hatian. Beliau juga menyatakan bahwa kedatangan beliau kesini bukan karena menyempatkan waktu, melainkan inisiatif beliau sendiri untuk berbincang dengan mahasiswa Indonesia yang ada di Maroko.

Dalam sambutannya, Bapak Agus memberikan pesan kepada mahasiswa, dengan mengutip perkataan Ibu Sri Mulyani, “Apapun yang kita lakukan jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia.” Menurutnya, Mahasiswa masih memiliki idealisme dan karakter yang kuat, dan masih belum terkontaminasi dengan berbagai kepentingan. “Integritas seorang mahasiswa itu belum tercemari oleh dunia,” ucapnya.

Beliau juga menekankan 3 prinsip kepada para mahasiswa, agar mahasiswa memiliki integritas yang kuat dan bersih. Tetap ‘Base on Fact’ (memastikan bahwa informasi yang diterima, adalah fakta), ‘Berpikir Secara Sistematis’ dan ‘Berfikir Secara Rasional’ (memikirkan sesuatu yang masuk akal). Menurutnya selama integritas masih bersih, maka sepatutnya dimanfaatkan dengan baik, salah satunya adalah dengan menjadi solusi bukan masalah dalam perubahan Indonesia.

Acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang dipimpin oleh moderator. Rata-rata dari para hadirin yang bertanya mereka mempertayakan hal terkait keadaan di Indonesia saat ini, terkait pasukan gabungan Polisi dan TNI, kebijakan yang diambil oleh pemerintah, dan pertanyaan terkait demo yang sedang terjadi di Indonesia. Di setiap jawaban yang diutarkan, beliau selalu menggaris bawahi bahwa, segala sesuatu itu mempunyai resiko yang harus ditanggung oleh perannya masing-masing dan semua lembaga pemerintahan, termasuk aparat, memiliki Rule of Engagement (ROE) yang harus ditaati dan tidak boleh asal dalam bertindak. Beliau juga menekankan bahwa, “TNI merupakan alat negara bukan alat penguasa.”

Selain itu, beliau mengingatkan kepada mahasiswa bahwasannya perubahan yang besar lahir dari hal yang kecil. “Karena tidak ada yang hal besar kecuali dimulai dari hal yang kecil,” tegasnya.

Sesi tanya jawab ditutup dengan closing statement dari beliau, “Pertama jangan pernah berhenti mencintai Indonesia, kedua saya yakin kalian semua sudah menjadi critical thinker maka lakukanlah peran kalian dengan sebaik baiknya, dan yang ketiga selalu jadi bagian dari solusi bukan masalah.”

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cenderamata oleh ketua PPI Maroko kepada Bapak Agus, yang dilanjut dengan doa dan sesi foto bersama.

Ikuti kegiatan terbaru kami,

Tag Post :
Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *