Pada tanggal 12 September 2006, Paus Benediktus XVI menyampaikan sebuah kuiliah umum di Aula Magna, Universitas Regensburg, Jerman dengan tajuk “Faith, Reason, and the
“Atas nama Tia Nutella?” Tia hanya mengangguk dan tersenyum tipis sambil membuka pintu kursi belakang mobil xenia hitam yang terparkir dihadapannya, ia memasukkan tote bag
Aku tidak tau kaki ini akan melangkah kemana, suasana hari itu terlihat gelap, rintik ringan air hujanpun berjatuhan mengenai tubuh ini. Aku tidak memedulikan apapun,
Tak ada satu pun yang lebih paradoks dalam kehidupan ini selain kematian. Lihat. Bahkan kalimat pertama itu sudah paradoks. Jika anda merasa ungkapan saya ini
Rasa-rasanya kita telah kenyang dengan pembahasan semacam ini. Namun, isu tentang intoleransi di Indonesia makin hari makin nyaring kita dengar hingga hari ini.
Irama kata menari di udara Berderet-deret melanda telinga Menggelitik pendengaran Membangunkan sinyal-sinyal Ada yang mengaduh kesakitan Berteriak sesenggukan Jiwanya hancur berantakan Tertikam nyanyian angin
Mari tilih satu persatu hari sebelum hari ini Hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya Apa kabar? ingatan segar yang masih mengingat hari awal awal nya