Mental Block: Monster Diri yang Harus Dihilangkan

Mental Block: Monster Diri yang Harus Dihilangkan

Oleh Syakia Darjati
Mahasiswi S1 Universitas Abdelmalek Essaadi Tetouan

Seseorang dengan Mental Block yang Dideritanya

Dahulu, para ilmuan mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun manusia mampu berlari sejauh satu mil kurang dari empat menit. Ditinjau dari struktur organ manusia, sistem jantung dan sebagainya, tubuh manusia diyakini tidak mampu menerima beban itu.

Namun, di pertengahan abad ke-20, seseorang mematahkan pendapat itu. 6 Mei 1959, Roger Bannister berhasil berlari sejauh 1 mil dengan waktu 3 menit 59,4 detik. Setelah ia berhasil, orang pun berbondong-bondong melampaui batas yang dulu sempat dipercayai itu. Di tahun yang sama, 10 orang lain berhasil melakukan hal serupa. Hingga saat ini, sudah ratusan orang berhasil berlari 1 mil dengan waktu kurang dari 4 menit.

Ini bukan karena struktur organ tulang atau jantung manusia telah berubah, namun ini tentang mental dan mindset yang meyakini dan menyatakan bahwa ia bisa.  

Mental Block

Mental block adalah bentuk ketidakyakinan dalam diri, berasal dari pikiran bawah sadar yang akan di transfer ke pikiran sadar. Ia adalah kondisi mental di mana kita  terjebak dalam pikiran pesimistis, merasa tidak mampu, terjebak dalam ketegangan emosional tertentu, berakhir dengan ketakutan dan keraguan. Pada saat itu terjadi, sejatinya ia bisa berpikir positif dan memiliki kemampuan untuk melakukan aktivitas tertentu. Namun, ada program negatif yang memblokir diri untuk melakukan itu.

Masing-masing orang memiliki monster yang berbeda-beda. Monster itu bisa berwujud pikiran negatif yang ada di dalam dirinya, bisa juga berupa pikiran negatif yang dibuat-buat seolah orang lain adalah alasan kegagalannya.  

Ketika seseorang mulai merasakan tertekan tanpa alasan tertentu, mudah tersinggung karena frustasi, tidak bisa mengerjakan sesuatu yang biasanya mudah dilakukan, lalu kehilangan rasa percaya diri karena merasa bahwa kemampuannya berkurang, sampai kehilangan motivasi atau gairah untuk melakukan berbagai hal, berarti ia sedang terjebak dalam mental block.

Hilangkan Monster Itu.

Dengan menyadari ciri-ciri yang ada di atas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk unblock a mental block.

Mulailah dengan take a rest, mengambil waktu istirahat dengan melakukan aktivitas di luar dari kegiatan sehari-hari, atau healing versi dirimu sendiri. Mungkin bisa dengan memasak makanan favorit, menontot film, membaca novel, decluttering rumah, mendengarkan podcast, ataupun jalan-jalan. Mental block sering terjadi karena perkerjaan monoton, maka dengan beristirahat, dapat menjadi refreshing pikiran.

Jangan sampai istirahat malah membuat terlena dari tujuan. Ingat lagi tujuanmu setelah semua fase istirahat tadi. Ingat lagi apa saja goals yang kamu rencanakan. Jangan lupa untuk tetap yakin tujuan itu dekat dan akan tercapai.

Buanglah segala pikiran buruk yang datang dari diri sendiri, atau pun dari bisikan orang lain yang mengganggu prosesmu untuk sampai ke tujuan. Yakinlah, hasil yang ada kali ini akan lebih baik kedepannya.

Jangan pernah berhenti untuk belajar. Jika kesempatan untuk berkembang datang, ambilah. Walaupun sesuatu hal selalu beresiko, namun berani mengambil kesempatan dengan segala konsekuensinya akan menciptakan pengalaman baru yang bisa saja lebih baik dari sebelumnya.

Tak kalah penting, mencari lingkungan yang suportif untuk proses pertumbuhan kita. Karena biji yang baik jika ditanam di tanah yang tandus akan mati, namun jika ia dilempar di tanah yang subur, akan tumbuh baik.

Dunia bukanlah tempat yang ideal, namun ini bukan tentang bagaimana dunia kepada kita. Namun, bagaimana sikap kita terhadap dunia. Fokus pada tujuan, lakukan hal yang mendorong kita mencapai tujuan itu. Selalu sandarkan segala harapan kepada Allah Swt, agar jika suatu saat terjatuh dalam kegagalan, tidak menjadikan hal itu memblokir diri kita untuk mengeluarkan potensi. Alih-alih demikian, kegagalan tersebut bisa menjadi hal yang positif agar kita bisa bertumbuh di kemudian hari. Hingga di akhirnya kita bisa berucap, “Aku bisa melewatinya, ternyata semua tak seburuk yang dikira.”

sumber :

Tag Post :
Minggu-an Menulis

Bagikan Artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *