SABU-SABU: “Tumbuh”

RESENSI BUKU

Nama : Siti Rahma Aulia

Asal : Universite Sidi Mohammed Ben Abdellah, Fes

Identitas buku

Judul buku: Tumbuh

Genre: Buku motivasi

Penulis: Fatima Musawa

Penerbit dan tahun terbit:  PT. Zamrud khatulistiwa Media (2021)

ISBN: 978-623-92007-1-7

buku "Tumbuh"
Resensi Buku “Tumbuh”

Isi rangkuman

Buku ini adalah buku ketiga dari Fatima Musawa yang berisi puisi dan tulisan pribadi beliau, tentang pelajaran-pelajaran yang beliau dapatkan dari kehidupannya pada setiap fasenya, dalam berbagai keadaan menghadapi pemikiran dan pandangan yang berbeda, mencoba menjelaskan diri kepada orang lain agar dapat dimengerti, dan semacamnya dan seterusnya. Buku ini mengajak kita dengan isi kepala masing-masing untuk ‘tumbuh’ bersama, untuk melihat dunia tidak hanya dari satu sisi saja.

Kehidupan akan terus berjalan, sampai akhirnya kita memahami apa yang sedang diajarkan kehidupan kepada kita, bahwa pilihan untuk berharap dan kecewa ada di tangan kita. Tidak ada seorang pun di dunia yang punya kendali atas harapan kita selain diri kita sendiri, karna kitalah yang mengizinkan harapan itu untuk tumbuh, kita juga yang memutuskan untuk hancur saat ada kejadian yang tidak sesuai harapan kita. Ternyata, kita tidak akan kecewa kalau kita tidak mengizinkan diri kita untuk berharap sejak awal. Apapun rencana kita, tugas kita adalah berusaha sebisanya, hasil akhir dari rencana itu bukan tanggung jawab kita. Karena sesungguhnya yang mengatur kehidupan kita kan Allah SWT, bukan kita.

Dalam hidup, kita belajar untuk menghargai setiap orang yang berlalu-lalang dalam kehidupan kita. Belajar dari pertemanan, bahwa setiap orang punya masanya masing-masing. Mereka akan datang pada waktunya, dan pergi pada waktunya juga. Kita tidak boleh memaksa mereka untuk pergi sebelum itu, atau menahan mereka untuk tidak meninggalkan kita kalau waktunya sudah tiba. Hingga pikiran kita tercerahkan bahwa hidup ini bukan soal berteman. Setiap orang memiliki kehidupan yang harus dijalaninya sendiri.

Setiap orang adalah penulis cerita dari hidupnya masing-masing. Setiap lembar dan halaman dari setiap cerita pasti berbeda dan berubah. Sayangnya, banyak dari kita yang tidak bisa dan tidak senang menerima perubahan. Kadang kita takut mengakui bahwa perubahan itu memang ada.

Kadang juga, menerima perubahan itu begitu sulit untuk kita sehingga kita lebih suka menyalahkan orang, waktu, keadaan bahkan Tuhan. Kita selalu mencari alasan bahwa perubahan itu terjadi karena sesuatu atau perubahan itu seharusnya tidak terjadi, padahal itu cuma maunya kita aja, apakah itu berarti kita egois/bodoh? Tidak, selama kita belum menyadari itu. Perubahan itu bukan salah siapapun dan tidak boleh dijadikan kesalahan siapapun.

Kita juga harus memahami hal yang baru, ternyata kita tidak boleh memberi kebaikan kepada orang lain lebih dari apa yang berhak diterima oleh mereka, meskipun berbuat baik tidak akan membuat kita kekurangan apapun, tapi kalau kita berlebihan dalam memberikan kebaikan kepada orang yang tidak pantas, mereka akan lupa kalau kita manusia yang hidup dan berperasaan, mereka akan meremehkan kita.  Kesimpulannya adalah bahwa kita memang harus selalu berbuat baik dan menjadi orang baik, tapi setiap orang punya porsinya masing-masing.

Dalam setiap perbuatan yang dilakukan oleh orang lain juga selalu ada cermin, tugas kita adalah memastikan yang sedang memantul di cermin itu bayangan siapa? Kenapa bayangan itu ada disana? Dll. Kita akan bertemu dengan orang-orang yang cerminnya memantulkan bayangan kita, jika ada yang tidak kita sukai saat bersama mereka, berarti kita sedang tidak suka dengan diri kita sendiri, dan itu harus diperbaiki. Kita juga akan bertemu dengan orang-orang lain yang cerminnya memantulkan diri mereka sendiri, saat mereka tidak suka kita, berarti mereka sedang tidak suka dengan dirinya sendiri, terpulang kepada mereka untuk menyadari dan memperbaikinya, atau mengabaikannya begitu saja.

Saat kita sedang tersangkut dalam masalah, coba lihat permasalahan itu dari sudut yang berbeda, mungkin dari sudut pandang orang lain yang sedang bermasalah dengan kita atau dari pandangan orang yang sama sekali tidak tahu permasalahan ini. Saat gambar dalam kepala kita kacau, kita perlu melihat apa sebab kekacauan ini? Pasti ada alasan untuk setiap masalah yang terjadi, tidak akan ada asap kalau tidak ada api, begitu bukan? Dan jangan, jangan pernah menganggap diri benar sepenuhnya, karena benar dan salah dalam hubungan antar manusia itu jarang sekali dapat jelas seperti hitam dan putih, banyak abu-abu di antaranya. Dan kalau abu-abu, artinya ada putih dan hitam yang bercampur, kita harus adil dalam berperilaku, berpendapat dan berkata, bahkan dalam kepala kita sendiri.

Akhirnya kita menyadari bahwa segala kehidupan manusia sudah diatur oleh Allah SWT. Kita hidup seperti sedang bertamu ke rumah orang, kita bisa merencanakan sesuatu tapi kita tidak memiliki wewenang apakah rencana kita itu akan terjadi atau tidak. Dan senyaman-nyamannya di rumah orang, kita akan selalu lebih suka pulang. Begitu juga seperti seasik-asiknya hidup, tetap saja pulang lebih nyaman. Tapi apakah kita sudah menyiapkan oleh-oleh untuk dibawa pulang?.

Nantikan promo-promo menarik di PPI Shop : https://ppimaroko.or.id/ppi-shop/#pu-pay

Saksikan video-video keseruan even PPI Maroko : https://www.youtube.com/@PPIMarokoOfficial

Tag Post :

Bagikan Artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Populer