Zawiyah Nusantara x Dept. Pendidikan PPI Maroko
Casablanca, 4 Februari 2026 – Zawiyah Nusantara, komunitas di bawah naungan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, bersama Departemen Pendidikan PPI Maroko, menyelenggarakan kegiatan Sowan Masyaikh ke kediaman Syekh Abdurrahman Illiwi dalam momentum Nisyfu Sya’ban. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Oulad Ziane, Casablanca, dan diikuti oleh enam perwakilan anggota Zawiyah Nusantara serta Departemen Pendidikan PPI Maroko.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan, diwarnai dengan diskusi ilmiah serta penyampaian pesan-pesan spiritual yang inspiratif bagi para pelajar Indonesia di Maroko dalam memperkuat integritas keilmuan dan spiritualitas mereka.
Sowan Masyaikh menjadi salah satu kegiatan sentral bagi Zawiyah Nusantara dan PPI Maroko dalam membangun hubungan proaktif dengan para ulama Maroko. Hubungan ini diharapkan dapat menjembatani kolaborasi ilmiah di masa mendatang, sekaligus memfasilitasi dialog keilmuan antara Indonesia dan Maroko. Oleh karena itu, kehadiran Ketua Zawiyah Nusantara memiliki peran strategis sebagai representasi diplomasi intelektual mahasiswa Indonesia di Maroko.
“Harapan kami, Syekh dapat menyampaikan nasihat dan pesan kepada para pelajar Indonesia dalam menuntut ilmu,” ungkap Mehta Abdi Surya selaku Ketua Zawiyah Nusantara saat mengawali sowan di ruang baca kediaman Syekh Illiwi.
Dalam momentum tersebut, tim Zawiyah Nusantara membacakan sebagian isi kitab Quut Al-Qulub fi Muamalah Al-Mahbub karya Ibnu ‘Athiyyah tentang kesunnahan menghidupkan malam yang dimuliakan sebagai agenda utama Sowan Masyaikh kali ini. Sebagai penyempurna, Syekh ‘Illiwi juga menjelaskan bahwa hadis Nisyfu Sya’ban bisa diamalkan karena ia sudah memenuhi syarat yang dirumuskan oleh para ulama.
Tim Zawiyah Nusantara juga mencatat sejumlah poin penting dalam diskusi saat itu. Pertama, urgensi mempelajari ilmu siyaq. “Memahami teks agama tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap siyaq (konteks),” terang Syekh Illiwi. Sebagai bentuk dukungan konkret, beliau merekomendasikan buku Nadzariyyat As-Siyaq: Dirasah Ushuliyyah karya Najm ad-Din Qadir Karim az-Zanki.

Pada pesan kedua, Syekh Abdurrahman Illiwi mengungkap rahasia para ulama dalam meraih itqan (ketekunan dan ketepatan) dalam berbagai disiplin ilmu. “Shidqu at-thalab (kesungguhan total dalam menuntut ilmu) merupakan unsur utama dalam diri seorang alim. Adapun faktor penggeraknya adalah shidqun fil ‘amal (kesungguhan dalam berproses) yang terdiri dari tiga usur penting yaitu mudzakkirah (catatan seorang thalib ilmi), dzaakirah (hafalan dan daya pikir yang matang) dan mudzakarah (mengulang apa yang telah dipelajari sekaligus berdiskusi dengan rekan sesama),” jelas beliau. Kedua faktor ini menjadi fondasi penting dalam mencapai tingkat kepakaran.
Pada poin terakhir beliau juga menjelaskan keutamaan Alfiyyah sebagai pondasi seorang penuntut ilmu sebagaimana yang disampaikan beliau dalam sebuah potongan syair:
من أراد أن يسلك سبيل أهل المدارك # فعليه بألفية ابن مالك
Artinya: Barang siapa ingin menempuh jalan para ahli ilmu, maka hendaknya ia berpegang pada Alfiyyah Ibnu Malik.
Beliau juga menyebutkan sejumlah nadzam lain, seperti Lamiyyatul Af‘al dan Al-Muqni’ dalam ilmu falak, sebagai bukti pentingnya penguasaan ilmu bahasa dalam membangun kedalaman intelektual. Poin terakhir ini juga membuktikan kualitas keilmuan beliau dengan mengutip berbagai mandzumat ilmiyyah secara spontan.
Kegiatan Sowan Masyaikh pada Rabu, 4 Februari 2026 ini menghasilkan berbagai poin diskusi ilmiah yang signifikan bagi Zawiyah Nusantara dan mahasiswa Indonesia di Maroko, khususnya dalam memahami proses para ulama Maroko dalam membangun malakah ilmiyyah serta integritas keilmuannya. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang kerja sama untuk penyelenggaraan agenda ilmiah bersama guna mendukung transformasi keilmuan Indonesia–Maroko.
Zawiyah Nusantara dan PPI Maroko berkomitmen untuk meningkatkan frekuensi kegiatan Sowan Masyaikh dengan mempertimbangkan urgensi dan dampak positif yang telah dirasakan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan lebih banyak partisipan tanpa mengganggu kenyamanan para masyaikh di kediaman mereka, guna mempererat silaturahmi dan memperkuat jaringan keilmuan secara berkelanjutan.
Ikuti kegiatan kami lewat instagram @ppimaroko
Simak artikel terbaru kami,
